MODUL AJAR, ANTARA FORMALITAS ATAU RUTINITAS

Authors

  • Haji Kaswari IAI Al Muhammad Cepu
  • Umi Robi'atin Musfa'ah IAI Al Muhammad Cepu
  • Umi Hanik Ulfiah IAI Al Muhammad Cepu

Keywords:

modul ajar, Kurikulum Merdeka, profesionalitas guru, pembelajaran PAI,

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan modul ajar dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar serta mengkaji apakah modul ajar berfungsi sebagai pedoman pembelajaran atau hanya sebagai formalitas administratif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru PAI dan guru kelas di Sekolah Dasar Desa Nglebur Kecamatan Jiken Kabupaten Blora.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menyusun modul ajar sesuai format Kurikulum Merdeka, namun penggunaannya dalam pembelajaran belum sepenuhnya optimal. Modul ajar lebih banyak berfungsi sebagai kelengkapan administrasi, sedangkan praktik pembelajaran cenderung mengikuti kebiasaan mengajar yang telah terbentuk. Tujuan dan materi pembelajaran masih merujuk pada modul ajar, tetapi langkah kegiatan, refleksi, dan asesmen tidak selalu dilaksanakan sesuai perencanaan.

Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Modul ajar berada pada dua fungsi, yaitu sebagai dokumen formal dan sebagai rujukan umum, tetapi belum menjadi pedoman operasional pedagogis. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pemahaman guru dan budaya sekolah agar modul ajar benar-benar digunakan sebagai alat refleksi pembelajaran.

Kata kunci: modul ajar, Kurikulum Merdeka, pembelajaran PAI, profesionalitas guru

 

ABSTRACT

This study aims to analyze the use of teaching modules in Islamic Religious Education (PAI) learning at elementary school and to examine whether the teaching modules function as instructional guidelines or merely administrative documents. The research employed a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of PAI teachers and classroom teachers at an elementary school in Nglebur Village, Jiken District, Blora Regency.

The results showed that teachers had prepared teaching modules according to the Merdeka Curriculum format, but their use in learning was not fully optimal. The modules functioned mostly as administrative requirements, while classroom practices tended to follow habitual teaching routines. Learning objectives and materials still referred to the modules, yet learning activities, reflection, and assessment were not consistently implemented as planned.

These findings indicate a gap between instructional planning and classroom practice. The teaching module serves two roles: a formal document and a general reference, but it has not become an operational pedagogical guide. Therefore, strengthening teachers’ understanding and school culture is necessary so that teaching modules function as reflective learning tools.

Keywords: teaching module, Merdeka Curriculum, Islamic education learning, teacher professionalism

References

Daradjat, Zakiyah. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara/Ditjen Binbaga Islam, Depag RI, 2004.

Djamarah, Syaiful Bahri. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta, 2006.

Enco Mulyasa. Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif Dan Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2007.

Hamalik, O. Kurikulum Dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara/Ditjen Binbaga Islam, Depag RI, 2009.

Hasibuan, Z. E. “SPIRITUALISASI PEMBELAJARAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM: Membangun Bangsa Berkarakter Di Tengah Krisis Moral Melalui Spritualisasi Pembelajaran Dalam Perspektif Islam.” Darul Ilmi 1 (2016). https://doi.org/10.24952/darul ilmi.v4i1.422.

Kaswari, Haji, and evi uswatun Khasanah. “An Nuur The Journal Of Islamic Studies (Https://Ejournal.Iaiamc.Ac.Id/Index.Php/Annuur) | 22.” An-Nurr 14 (2024): 22–29. https://ejournal.iaiamc.ac.id/index.php/annuur/article/view/424/pdf.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Panduan Pembelajaran Dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek., 2022.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Panduan Pengembangan Modul Ajar. Jakarta: Kemendikbudristek., 2022.

Majid, Abdul. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2013.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017.

Sanjaya, W. Kurikulum Dan Pembelajaran: Teori Dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana, 2008.

———. Perencanaan Dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana, 2015.

Sudjana, N. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2017.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Alfabeta, 2010.

Sujanah, Nana. Penelitian Dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2007.

Suyadi. Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013.

Tafsir, Ahmad. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2002.

Uno, H. B. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 2016.

Downloads

Published

2026-04-29

How to Cite

Kaswari, H., Robi’atin Musfa’ah, U., & Ulfiah, U. H. (2026). MODUL AJAR, ANTARA FORMALITAS ATAU RUTINITAS. An-Nuur, 16(1), 88–97. Retrieved from https://ejournal.iaiamc.ac.id/index.php/annuur/article/view/701

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 

You may also start an advanced similarity search for this article.