ANALISIS KESIAPAN GURU DALAM MENERAPKAN KURIKULUM MERDEKA: STUDI KASUS PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM BAITUNNUR BLORA

Authors

  • Faridatus Shofiyah IAI Al Muhammad Cepu
  • Afni Firdausia IAI Al Muhammad Cepu

DOI:

https://doi.org/10.58403/annuur.v16i1.729

Keywords:

kesiapan guru ,kurikulum merdeka, sekolah islam, sekolah menengah pertama.

Abstract

This study aims to analyze the level of teacher readiness to implement the Independent Curriculum at Baitunnur Islamic Junior High School in Blora. The main focus of this study includes teachers' understanding of the characteristics and structure of the Independent Curriculum, the relationship between teacher training and their ability to implement the curriculum, and the challenges faced by teachers during the implementation process. The researcher used a descriptive qualitative method, collecting data through interviews and observations. The results indicate that most teachers have an adequate understanding of the Independent Curriculum, obtained through training provided by the foundation. However, new teachers still experience difficulties in understanding the implementation materials. There is a positive relationship between training and implementation ability, although challenges in adapting learning methods remain. This study recommends improving training programs, mentoring for new teachers, and providing adequate resources to support the successful implementation of the Independent Curriculum. Thus, it is hoped that the learning process at Baitunnur Islamic Junior High School can be more effective and responsive to student needs.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Pertama Islam Baitunnur Blora. Fokus utama dari penelitian ini mencakup pemahaman guru mengenai karakteristik dan struktur Kurikulum Merdeka, hubungan antara pelatihan yang diikuti oleh guru dengan kemampuan mereka dalam mengimplementasikan kurikulum, serta tantangan yang dihadapi oleh guru selama proses penerapan. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru telah memiliki pemahaman yang memadai mengenai Kurikulum Merdeka, yang diperoleh melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh yayasan. Namun, guru-guru baru masih mengalami kesulitan dalam memahami materi implementasi. Terdapat hubungan positif antara pelatihan yang diikuti dan kemampuan implementasi, meskipun tantangan dalam penyesuaian metode pembelajaran tetap ada. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan program pelatihan, pendampingan bagi guru baru, serta penyediaan sumber daya yang memadai untuk mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, diharapkan proses pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama Islam Baitunnur dapat menjadi lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan siswa.

References

Analysis of Teacher Readiness and Difficulties in Implementing the Independent Learning Curriculum in Junior High Schools. (2024). Jurnal Iqra’ : Kajian Ilmu Pendidikan, 9(2), 161–180. https://doi.org/10.25217/ji.v9i2.4216

Camelia, F. (2020). Analisis Landasan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Dalam Pengembangan Kurikulum. SAP (Susunan Artikel Pendidikan), 5(1).

Chastanti, I. (2023). Analysis of preparation in the independent curriculum implementation: Case study on IPAS learning. Bio-Inoved: Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan. https://doi.org/10.20527/bino.v5i2.15493

CNN Indonesia. (2022, Februari). Alasan Nadiem Usung Kurikulum Merdeka. Diambil dari CNN Indonesia website: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220211230731-20-758273/alasan- nadiem-usung-kurikulum-merdeka

Falah Ana, A. N. (2023). Analisis kesulitan guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Mubtadi, 4(2), 96–110. https://doi.org/10.19105/mubtadi.v4i2.8043

Gunawan, A. I. (2022). Implementasi dan kesiapan guru ips terhadap kurikulum merdeka belajar. Kompleksitas, 11(2), 20–24. https://doi.org/10.56486/kompleksitas.vol11no2.246

Herawati, E. S. B., Susandi, A. D., & Zulaiha, F. (2022). Analisis Kesiapan Guru Sekolah Dasar dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Journal of Education and Instruction, 5(2), 548–562. https://doi.org/10.31539/joeai.v5i2.4826

Industri 4.0 Dan Tantangan Society 5.0. E-Tech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan, 8(2).

Isa, I., Asrori, M., & Muharini, R. (2022). Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6(6), 9947–9957.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (2022). Opsi Implementasi Kurikulum Merdeka Bagi Satuan Pendidikan. Diambil dari https://pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id/hc/en-us/articles/8403555497497-Opsi- Implementasi-Kurikulum-Merdeka-Bagi-Satuan-Pendidikan

Mawati, A. T., Hanafiah, H., & Arifudin, O. (2023). Dampak pergantian kurikulum pendidikan terhadap peserta didik sekolah dasar. Jurnal Primary Edu, 1(1), 69–82.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2005). Qualitative Data Analysis (terjemahan). Jakarta: UI Press.

Mujiono, I. (2020). Persepsi guru tentang konsep merdeka belajar Mendikbud Nadiem Makarim dalam pendidikan agama Islam di MTS Negeri 3 Sleman. Universitas Islam Indonesia.

Ndari, W. A., & Mahmudah, F. N. (2023). Implementation of the Merdeka Curriculum and Its Challenges. European Journal of Education and Pedagogy, 4(3), 111–116. https://doi.org/10.24018/ejedu.2023.4.3.648

PALAPA, 8(1), 42–55.

Prasetyo, A. R., & Hamami, T. (2020). Prinsip-prinsip dalam Pengembangan Kurikulum.

Purani, N. K. C., & Putra, I. K. D. A. S. (2022). Analisis Kesiapan Guru Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Di SDN 2 Cempaga. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka, 4(2), 8–12.

Putri, Y. S., & Arsanti, M. (2022). Kurikulum Merdeka Belajar Sebagai Pemulihan Pembelajaran. Seminar Nasional Pendidikan Sultan Agung IV, 4(1).

Rianto, S. (2023). Analisis Kesiapan Guru Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SMA N 7 Bungo Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas Kabupaten Muaro Bungo Provinsi Jambi. Jurnal Horizon Pendidikan. https://doi.org/10.22202/horizon.v3i2.6822

Rofiq, M. A. (2020). Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial Berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills) untuk Pendidikan Sekolah Dasar (PGSD). Surabaya: CV. Pilar Nusantara.

Sanjaya, W. (2010). Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik. Jakarta: Kencana. Sasikirana, V., & Herlambang, Y. T. (2020). Urgensi Merdeka Belajar Di Era Revolusi

Sanjaya, W. D., Erita, Y., PUTRI, R. S., & Indriyani, N. (2022). Teachers’ Readiness and Ability in Designing Teaching Modules in The Independent Curriculum. Jurnal Dosen dan Lembaga Pendidikan Dasar, 1(7), 288–296. https://doi.org/10.56778/jdlde.v1i7.46

Setyaningsih, M. (2023). Analisis kesiapan guru dalam menghadapi kurikulum merdeka mata pelajaran ipas kelas iv. Academy of Education Journal: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan, 14(2), 326–338. https://doi.org/10.47200/aoej.v14i2.1656

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods) (8 ed.). Bandung: Alfabeta.

TA’LIM: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 1(1), 59–72.

Waseso, H. P. (2018). Kurikulum 2013 dalam prespektif teori pembelajaran konstruktivis.

Windayanti, W., Afnanda, M., Agustina, R., Kase, E. B. S., Safar, Muh., & Mokodenseho, S. (2023). Problematika Guru Dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka. Journal on Education, 6(1), 2056–2063. https://doi.org/10.31004/joe.v6i1.3197

Downloads

Published

2026-05-05

How to Cite

Shofiyah, F., & Firdausia, A. (2026). ANALISIS KESIAPAN GURU DALAM MENERAPKAN KURIKULUM MERDEKA: STUDI KASUS PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM BAITUNNUR BLORA. An-Nuur, 16(1), 98–111. https://doi.org/10.58403/annuur.v16i1.729

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.