MENGURAI DIALEKTIKA TRADISI DAN MODERNITAS DALAM PESANTREN SALAFIYAH: ANTARA RESISTENSI DAN ADAPTASI

Authors

  • Ibnu Khakim UNIDA Gontor

Keywords:

pesantren salafiyah, tradisi, modernitas, resistensi, adaptasi

Abstract

Pesantren salafiyah sering diposisikan sebagai lembaga pendidikan Islam yang mempertahankan tradisi klasik di tengah arus modernitas. Namun, dalam realitasnya, pesantren tidak sepenuhnya statis, melainkan mengalami dinamika dialektis antara mempertahankan nilai tradisional dan merespons perubahan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dialektika antara tradisi dan modernitas dalam sistem pendidikan pesantren salafiyah, serta mengidentifikasi pola resistensi dan adaptasi yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis deskriptif-kritis, dengan kerangka teori dialektika, modernitas, dan filsafat pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren salafiyah tidak sekadar menolak modernitas, tetapi melakukan seleksi kritis terhadap unsur-unsur yang dianggap relevan dengan nilai-nilai keislaman. Resistensi yang muncul merupakan bentuk penjagaan terhadap otoritas keilmuan dan tradisi sanad, sementara adaptasi dilakukan melalui integrasi kurikulum, pemanfaatan teknologi, dan inovasi kelembagaan. Dengan demikian, pesantren salafiyah dapat dipahami sebagai institusi yang dinamis, yang mampu menjaga kontinuitas tradisi sekaligus bertransformasi secara kontekstual.

References

Al-Ghazali. Ihya’ Ulum al-Din. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2005.

Azizah, Lailiyatul. “Portraits of Religious Moderation in the Salaf Pesantren Education System in Indonesia.” Jurnal Pendidikan Islam 10, no. 1 (2019).

Azra, Azyumardi. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 2000.

Giddens, Anthony. The Consequences of Modernity. Stanford: Stanford University Press, 1990.

Harmonedi, Y. Novita, R. Hasanah, S. Fajri, A. Putri, dan M. Misra. “Resistance and Adaptation: The Transformation of Pesantren Salafiyah in West Sumatra Between Islamic Scholarly Traditions and the Demands of Modernity.” Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial 6, no. 2 (2025): 129–42.

Hegel, Georg Wilhelm Friedrich. Phenomenology of Spirit. Oxford: Oxford University Press, 1977.

Mahdany, Diny, Muhammad Toriqularif Mahmud, Hamsinah, dan Zuhriah. “The Influence of Al-Ghazali’s Sufistic Thought on Pesantren Education Practices in Indonesia.” At-Taqaddum 17, no. 1 (2025): 78–89.

Maktumah, Luluk, dan Shokhibul Mighfar. “Relevansi Sistem Pendidikan Pesantren Salaf di Era Modernisasi.” Edukais: Jurnal Pemikiran Keislaman, 2022.

Ramli, Mohammad, dan Rizal Ilhamsyah. “Foundations and Contemporary Relevance of Salafi Islamic Education in Indonesia: Principles, Curriculum, and Moral Development” 4, no. 2 (2024).

Supriyanto, Samsul Bahri, dan Ahmad Ghifari. “Patterns of Pesantren Strength in Facing the Hegemony of Modernity.” Al-Jauhari: Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner 10, no. 1 (2025).

Taufiq, Ahmad, dan Djoko Suryo. “Educational Development of Indonesian Pesantren in the Perspective of Anthony Giddens’ Duality Social Change.” Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education 5, no. 4 (2024): 765–84.

Yoga Agus Yulianto dan Suparto. “Resistensi Dan Adaptasi Gerakan Dakwah Persis Di Tengah Tantangan Modernitas.” Journal of Religion and Social Community 2, no. 2 (2025): 26–32.

Zulfa, Umi. “Empowering Pesantren: A Study of Al-Ghazali’s Thoughts on Islamic Education.” Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan 26, no. 1 (2018): 225–51.

Downloads

Published

2026-04-29

How to Cite

Khakim, I. (2026). MENGURAI DIALEKTIKA TRADISI DAN MODERNITAS DALAM PESANTREN SALAFIYAH: ANTARA RESISTENSI DAN ADAPTASI. An-Nuur, 16(1), 122–133. Retrieved from https://ejournal.iaiamc.ac.id/index.php/annuur/article/view/719

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.